Cara Menetaskan Telur Menggunakan Mesin Tetas

By | May 10, 2016

Cara Menetaskan Telur Menggunakan Mesin Tetas

Persiapan Menangani Telur Tetas

  • Pencucian & Penyimpanan
    proses pencucian telur dilakukan dengan menggunakan kapas atau lap atau yang telah dibasahi dengan air hangat yang telah dicampur dengan deterjen yang aman. Jika telur tidak langsung ditetaskan maka harus disimpan dulu ditempat yang bersih, tidak bau, terlindung dari panas dan angin.
  • Cara Menyiapkan Mesin Sebelum Digunakan:
    • Hindari menggunakan bahan kimia dan semprotkan air panas untuk membersihkan mesin penetas dari kuman yang bisa menjadi penyebab penyakit bagi unggas.
    • Isi bak air dengan air hangat lalu tutup menggunakan kain sampai kain dapat terendam.
    • Untuk mendapatkan suhu udara yang stabil, lakukan uji coba selama 24 jam. Temperatur yang tepat dan baik adalah sekitar 38° Celsius.
    • Penempatan telur harus benar. Sebab telur yang diletakkan tidak benar atau terbalik dapat menyebaban embrio mati setelah kerabang telur retak.
  • Pemutaran Telur & Peneropongan
    Salah satu tujuan pemutaran telur adalah untuk meratakan panas yang diterima selama periode pengeraman. Pemutaran bisa dimulai pada hari ke-4 sampai hari ke-18. Sedangkan peneropongan telur dilakukan pada hari ke-4, ke-14, dan ke-18. Peneropongan bertujuan untuk membersihkan embrio yang mati atau yang tidak bisa berkembang dengan baik.

Masa Pengeraman & Penetasan Telur
Sebelum belajar lebih jauh mengenai cara menetaskan telur anda harus memahami terlebih dahulu 2 hal berikut yaitu pertama mengenai masa pengeraman dimana telur harus di bolak balik secara teratur setiap hari dan kedua adalah masa penetasan dimana telur harus berhenti diputar karena untuk mempersiapkan anak ayam yang hendak menetas. Setiap unggas memiliki lama masa pengeraman, masa penetasan, pengaturan suhu dan kelembapan yang berbeda-beda. Dibawah ini merupakan ringkasan pengaturan-pengaturan yang diperlukan untuk menetaskan telur ayam, puyuh dan bebek

Cara Menetaskan Telur ayam
Menetaskan telur ayam dengan menggunakan mesin tetas kira-kira membutuhkan masa inkubasi total antara 21 – 22 hari. Suhu ruang tetas pada masa pengeraman telur ayam (18 hari pertama) diatur sekitar 37°-38°C, Sedangkan pada masa penetasan (sekitar hari ke 19-21) suhu bisa dinaikkan sedikit hingga 39°C atau tetap dibiarkan 38°C. Kelembapannya relatif, pada periode pengeraman, kelembapan dijaga pada 50% – 55 % dan pada periode penetasan atau pada hari ke 19 – 21 kelembaban udara naik sedikit yaitu berkisar 60%-65%.

Cara Menetaskan Telur Puyuh
Dalam menetaskan telur burung puyuh dengan alat tetas membutuhkan masa inkubasi total sekitar 16 – 17 hari dan telur harus diputar pada hari ke-4 s.d hari ke-13 yang dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore dengan tujuan agar telur mendapatkan suhu yang merata. Selama didalam alat penetas pastikan telur puyuh mendapatkan suhu yang bagus yaitu sekitar antara 38° – 39°C atau 100°F dan kelembapan pada mesin tetas 65 – 70%. Ketika memasuki hari ke-14 sebaiknya telur jangan dibolak-balik agar posisi paruh burung puyuh tetap berada diatas.

Cara Menetaskan Telur Bebek
Menetaskan telur bebek membutuhkan masa inkubasi total antara 25 – 28 hari. Suhu pada mesin yang dibutuhkan telur bebek ketika berumur 1 – 24 hari adalah 38°C sedangkan ketika memasukai usia 25-28 suhu yang dibutuhkan adalah 34°C (lebih dingin daripada hari sebelumnya). Selain dengan mengatur suhu yang tepat, hal lain yang harus diperhatikan dalam menetaskan telur bebek dengan mesin yaitu tingkat kelembaban. Tingkat kelembaban yang dibutuhkan mesin untuk menetaskan telur bebek pada hari 1-24 sekitar 55-65% sedangkan di hari ke 25-28 kelembaban dinaikkan menjadi 76%.

Lokasi Penempatan Alat
Tempat yang baik adalah kering, bersih dari bakteri dan terlindung dari paparan panas langsung seperti sinar matahari. Tempat tertutup, sedikit gelap dan tersembunyi namun dengan sirkulasi udara baik merupakan tempat ideal. Selanjutnya bisa di baca pada “Lokasi penempatan mesin yang benar

Pengaturan Suhu Ruang Penetasan
Pengaturan suhu pengeraman dan penetasan pada masing-masing hewan bisa berbeda-beda umumnya berkisar 37-39°C. Untuk pengaturan suhu telur ayam, bebek dan puyuh dijelaskan secara singkat pada sub judul dibawah. Temperatur terlalu tinggi lebih berbahaya daripada temperature terlalu rendah, suhu terlalu panas menyebabkan perkembangan embrio menjadi lebih cepat, tidak normal dan tingkat keberhasilan penetasan rendah. Untuk mempelajari lebih detil bisa dibaca pada “Tips mengatur suhu pada mesin

Pengaturan Kelembapan
Tujuan dari mengatur kelembapan adalah untuk menjaga kestabilan kandungan air di dalam telur. Cara yang sangat bagus untuk mengetahui tingkat kelembapan telur adalah dengan melakukan peneropongan secara berkala pada hari 7,14 dan 18. Memasuki masa penetasan kelembapan biasanya dinaikkan sedikit karena ventilasi hrs dibuka penuh agar oksigen bisa dihirup oleh anak ayam yang sudah hendak menetas. Kelembaban ideal yang diperlukan adalah hari ke-1 hingga ke-18 sebesar 55%- 60%. Selain itu kelembapan dalam ruang penetasan dapat diukur dengan rnenggunakan higrometer. Untuk mempelajari lebih detil bisa dibaca pada “Memahami kelembapan ideal pada mesin

Ventilasi Udara
Dalam pertumbuhannya, embrio menghirup oksigen yang masuk melalui cangkang telur dan mengeluarkan karbon dioksida melalui cara yang sama. Suplai oksigen yang cukup akan sangat dibutuhkan anak ayam yang hendak menetas, ini berarti ventilasi udara harus dibuka secara bertahap dan pada masa penetasan ventilasi dibuka penuh untuk memberikan suplai oksigen yang baik untuk anak ayam yang telah menetas. Pengaturan ventilasi harus lebih hati-hati untuk mesin yang tidak mempunyai kipas untuk membantu sirkulasi udara karena suhu ruang penetasan akan cenderung mudah panas. Uraian lebih detil mengenai hal ini bisa di baca pada topik “Mengatur ventilasi udara yang benar

Pembersihan & Perawatan
Salah satu bagian penting dalam “merawat mesin tetas” yaitu pembersihan setelah proses penetasan selesai. Suhu hangat, kelembapan ditambah sisa sisa kotoran organik dari hasil penetasan akan menyebabkan kuman sangat mudah berkembang biak. Kotoran yang semakin menumpuk pada akhirnya akan dapat menurunkan tingkat keberhasilan penetasan.