Mesin Penetas Telur Unggas Otomatis & Semi Manual

Mesin penetas telur sebenarnya sudah mempunyai sejarah yang cukup panjang, sejak 3000 tahun yang lalu masyarakat mesir kuno sudah mengenal peralatan untuk menetaskan telur unggas sederhana. Mereka membangun rumah batu bata yang ditempelkan dengan lumpur. Bagian tengah rumah ini dibelah oleh sebuah jalan memanjang, dengan akses ke ruangan-ruangan kecil beroven yang ditempatkan dikanan-kiri jalan. Kunjungi topik sejarah alat tetas untuk mempelajari lebih lanjut.

Jual Mesin Penetas Telur Bebek, Ayam, Otomatis & Semi Manual

Mesin penetas telur atau inkubator modern merupakan sebuah ruang tertutup dengan temperatur, kelembapan dan ventilasi yang bisa diatur. Alat ini selain utk menetaskan telur ayam juga bisa dipakai utk telur bebek maupun unggas lain dengan cara dan pengaturan yang sedikit berbeda. Anda bisa mendapatkan mesin penetas dengan cara membuatnya sendiri dari multiplek atau kardus dengan tehnik yang sangat sederhana, atau dengan cara yg lebih praktis yaitu langsung membeli alat yang sudah jadi.

Sebagian besar mesin yang beredar dipasar adalah buatan lokal yang terbuat dari bahan multipleks dan MDF (Medium Density Fiberboards), ada juga yg mennggunakan bahan alumunium agar lebih awet dan ringan sehingga lebih murah di ongkos kirim, namun dengan kompensasi biaya produksi yang lebih mahal. Sedangkan penetas telur yang tebuat dari plastik biasanya merupakan barang impor, harganya relatif lebih mahal dari mesin lokal namun bahan plastik lebih awet karena tahan terhadap berbagai kondisi & cuaca.

Hal-hal yang patut anda perhatikan ketika akan membeli sebuah alat tetas:

  • Harga, carilah penetas telur yang sesuai dengan budget dan kebutuhan. Makin besar kapasitas, makin mahal harganya Mesin yang terbuat dari material MDF (Medium Density Fiber) harganya lebih murah daripada yang terbuat dari multipleks atau plastik namun daya tahan plastik adalah yang paling baik. Harga mesin penetas telur dari yg paling murah dimulai dengan ukuran & kapasitas paling kecil sekitar 30 butir dengan harga berkisar 300.000 sampai dengan yang paling besar dengan kapasitas 1000 butir telur tipe otomatis dengan harga diatas 3 juta. Untuk detil harga tiap-tiap tipe mesin bisa diliat pada bagian bawah.
  • Manual atau otomatis? Tipe semi manual mengharuskan kita untuk memutar sendiri rak telur dengan tangan, sedangkan mesin tipe otomatis perputaran rak dilakukan secara otomatis dengan program. Pada tipe full otomatis telur dibolak balik sepenuhnya oleh mesin tanpa campur tangan manusia, sangat efisien dalam hal waktu, namun air harus tetap ditambahkan secara manual beberapa hari sekali untuk mengatur kelembapan.
  • Pengamatan telur, pada alat yang baik, telur seharusnya bisa diamati selama proses inkubasi tanpa terlalu banyak halangan yang menutupi pandangan.
  • Ukuran, inkubator berukuran kecil mempunyai kapasitas kecil dan sebaliknya. Walaupun anda bertujuan menetaskan telur dalam jumlah besar, namun bagi pemula sebaiknya dimulai dengan belajar menggunakan yang berukuran kecil terlebih dahulu.
  • Besar Watt, semakin banyak jumlah telur yang akan ditetaskan dalam satu waktu, maka energi yang dipakai untuk menghangatkan akan semakin besar. Tipe full otomatis juga membutuhkan energi yang cukup besar, dikarenakan sistem pemutaran rak otomatis akan membutuhkan listrik.
  • Mudah dibersihkan, alat harus mudah dibersihkan apalagi sehabis telur menetas kondisi dalamnya akan kotor, lama kelamaan kotoran ini dapat memicu tumbuhnya mikroorganisme tidak diinginkan yang bisa berbahaya terhadap keberhasilan penetasan.
  • Lokasi: sebelum membeli sebaiknya anda harus sudah mempunyai rencana, mesin ini nanti akan ditempatkan di mana. Lokasi yang baik suhunya stabil, berada di dalam ruangan agar terlindung dari perubahan suhu/ cuaca luar yang ekstrim. Jangan menaruh ditempat dengan paparan sinar matahari langsung karena dapat menaikkan suhu secara tiba-tiba.

Tetasan.com menyediakan berbagai tipe dan ukuran mesin tetas untuk memenuhi kebutuhan anda.

Keunggulan Mesin Penetas Telur ini :

  • Tingkat keberhasilan tinggi, tingkat keberhasilan mampu di atas 90 %, bandingkan dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %
  • Sistem rak putar, menjadikan alat ini lebih praktis karena anda bisa memutar egg tray melalui sebuah handle, bandingkan dengan cara tradisional yang menggunakan tangan satu per satu
  • Hemat Energi. Hanya menggunakan listrik dengan daya rendah
  • Pemanas darurat. Jika sewaktu-waktu listrik padam, Anda bisa menggunakan lampu minyak tanah / lilin
  • Harga terjangkau. Dengan segala fasilitasnya, mesin penetas telur ini harganya tergolong murah.
  • Ukuran, tersedia berbagai macam kapasitas baik kecil, menengah, maupun besar.

Beberapa Model Mesin Penetas Telur Yang Tersedia:
NOTIPEKAPASITAS BUTIR TELURSISTEM RAK PUTARHARGA
1C3042Manual295.000
2C5066Manual345.000
3C7584Manual385.000
4C100102Manual405.000
5C200208Manual595.000
6C500500Manual2.995.000
7C10001080Manual3.995.000
AT5050Otomatis setiap 3 jam745.000
8AT100100Otomatis setiap 3 jam1.045.000
9AT200200Otomatis setiap 3 jam1.545.000
10AT250250Otomatis setiap 3 jam-
11AT500500Otomatis setiap 1,2,3,4 jam4.495.000
12AT10001000Otomatis setiap 1,2,3,4 jam5.495.000

Model mesin diatas terbagi 2 yaitu otomatis dan manual. Untuk mengetahui secara lengkap kelebihan ataupun kekurangan serta tipe mana yang paling sesuai dengan anda, silahkan mempelajari panduan: mesin tetas otomatis dan mesin tetas manual

Cara Menggunakan Mesin Tetas
Kesalahan dalam menyiapkan mesin dapat mengakibatkan kegagalan penetasan hingga 50 persen lebih. Khusus bagi pemula, beberapa hal krusial yang harus dipelajari dengan baik saat mengoperasikan mesin tetas meliputi: penyesuaian suhu ruang penetasan, penyesuaian kelembapan ruang penetasan, sirkulasi udara, posisi telur, perkembangan embrio, pembersihan selama proses pengeraman, saat penetasan, pembersihan akhir.

Suhu Ruang Penetasan
Suhu ruang penetasan harus ideal, suhu terlalu tinggi atau rendah dikhawatirkan akan menyebabkan kematian embrio. Suhu ideal pada mesin yg dilengkapi dengan kipas berbeda sedikit dengan mesin tanpa kipas, yaitu 37.5 derajat C utk mesin berkipas dan 39 derajat C utk mesin tdk berkipas. Pengontrolan suhu secara manual akan sangat merepotkan, oleh karena itu digunakanlah suatu alat yang dapat megontrol suhu secara otomatis disebut termostat. Hati-hati jangan merubah posisi termometer yang sudah terpasang karena bisa mengakibatkan pembacaan suhu menjadi tidak akurat.

18 hari pertama merupakan proses pengeraman, sedangkan hari ke 19 dst merupakan proses penetasan. Panduannya adalah sebagai berikut:

  • Suhu pengeraman terlalu tinggi dapat mengakibatkan menigkatnya resiko kematian embrio pada hari ke 2 hingga ke 4 serta pada minggu ke dua, namun jika embrio tetap tumbuh biasanya kondisi ayam yang menetas akan kurang baik. Cara menurunkan suhu pengeraman dapat dilakukan dengan memutar sekrup pengatur termostat kearah kanan (searah jarum jam) secukupnya sehingga bohlam mati atau hingga tercapai suhu yang diinginkan (lihat termometer)
  • Suhu penetasan terlalu tinggi dapat menyebabkan telur menetas terlalu awal, biasanya bulu anak ayam lebih pendek, solusinya sekrup pengatur termostat diputar sedikit ke arah kanan
  • Suhu pengeraman terlalu rendah dapat mengakibatkan meningkatnya resiko kematian embrio pada hari ke 2 hingga ke empat dan minggu ke dua, hal ini juga akan mengakibatkan keterlambatan waktu penetasan. Anak ayam yang menetaspun juga akan kurang baik. Mengatasinya yaitu dengan memutar sekrup pengatur termostar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) hingga bohlam menyala dan suhu yang dikehendaki tercapai.
  • Suhu penetasan terlalu rendah menyebabkan telur lambat menetas, akibatnya kondisi anak ayam yang menetas akan kurang baik misal seperti lembek dan jari jari bengkok, cara mengatasinya sama dengan cara mengatasi bila suhu pengeraman terlalu rendah yaitu dengan memutar sekrup kearah kiri.

Kelembapan Ruang Penetasan
Embrio akan berkembang dengan baik jika air yang ada di dalam telur menguap dengan laju penguapan tetap, sehingga makin lama kantung udara di dalam telur akan membesar. Untuk mencapai hal ini dibuatlah baik air sebagai sumber kelembapan dalam mesin tetas. kelembapan ideal yang diperlukan dalam penetasan telur ayam untuk hari ke 1 hingga 18 sebesar 55-60%, sedangkan hari ke 19 hingga 21 sebesar 70%. Kelembapan dapat diukur dengan alat yang disebut higrometer, namun bila tidak ada, sebagai patokan bisa dengan cara mengisi air sebanyak 2/3 bagian bak air. Ketidak stabilan kelembapan dapat mengakibatkan hal-hal berikut:

  • Kelembapan pengeraman terlalu tinggi dapat menyebabkan embrio terlalu cepat meretakkan kerabang telur, anak menetas terlalu dini sehingga kondisinya terlalu lemah untuk berdiri. Mengatasinya yaitu dengan mengurangi air yang ada di dalam bak air, dan sirkulasi udara harus lebih dibuka agar kelembapan bisa berkurang
  • Kelembapan penetasan terlalu tinggi saat periode penetasan akan menyebabkan anak ayam yang menetas lengket pada kerabang telur dan lembek, mengatasinya sama seperti cara diatas
  • Kelembapan periode pengeraman terlalu rendah menyebabkan telur terlambat menetas. Cara mengatasinya yaitu dengan menambah air di bak air, kalau masih kurang bisa ditambahkan kain lap
  • Kelembapan periode penetasan terlalu rendah menyebabkan embrio kekurangan air karena penguapan yang terlalu cepat. Anak ayam yang menetas akan kekeringan dan matanya menutup. Cara mengatasinya sama seperti poin sebelumnya yaitu menambah jumlah air di bak dan pastikan ventilasi udara tertutup dengan baik, hindari terlalu sering membuka tutup pintu mesin tetas karena dapat mempercepat penguapan. Kerap terjadi pada pemula ketika suhu terlalu tinggi ditambah dengan kelembapan terlalu rendah sehingga telur menjadi gosong

Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara di dalam mesin penetas telur diatur lewat ventilasi, sirkulasi udara buruk akan menyebabkan terlalu banyak karbon dioksida dan kurangnya oksigen, akibatnya yaitu resiko kematian embrio akan meningkat pada minggu kedua. Menurut penelitian dibutuhkan sekitar 21% oksigen untuk penetasan yang baik dan kadar karbon dioksida jangan melebihi 1%. Sebagai patokan umum, pada hari ke 1 hingga 3 ventilasi tertutup seluruhnya, hari ke 4 terbuka 1/4 bagian, hari ke 5 terbuka separuh, hari ke 6 sampai menetas terbuka seluruhnya. Monitor terus kelembapan air, terutama ketika ventilasi terbuka seluruhnya.

Posisi Telur
Bagaimana telur di bolak balik akan mempengaruhi tingkat keberhasilan penetasan. Seminggu pertama merupakan waktu yang paling kritis untuk pemutaran posisi telur, selama seminggu pertama telur bisa diputar hingga 5 kali sehari setelahnya diturunkan menjadi 3 kali sehari, dan pemutaran berhenti 3 hari sebelum menetas atau berhenti pada hari pengeraman ke 19. Tujuan merubah posisi telur secara teratur yaitu:

  • Mencegah emrbrio menempel pada membran cangkang telur
  • Membantu meratakan suhu di dalam telur
  • Menjauhkan embrio dari kotoran hasil metabolisme
  • Dengan menjauhnya kotoran, maka akan memperbaiki kontak antara membran bakal embrio dengan albumen sehingga juga memperbaiki akses ke nutrisi albumen

Pembersihan Selama Proses Pengeraman
Secara umum tingkat keberhasilan penetasan telur yang baik yaitu berkisar 85-90%. Jadi kira-kira ada sekitar 10-15% gagal menetas dikarenakan embrio tidak berkembang dengan baik atau mati sehingga telur-telur ini harus dibersihkan. Untuk melakukan hal ini maka telur diteropong satu persatu menggunakan alat teropong telur, diamati apakah jantungnya berdetak atau tidak. Waktu yang rawan terjadi kematian embrio yaitu saat hari-hari pertama periode pengeraman dan periode saat telur hendak menetas, resiko kematian yang terakhir ini biasanya lebih tinggi.

Pembersihan telur-telur dengan embrio mati atau tidak fertil mempunyai beberapa tujuan: pertama melonggarkan ruang penetasan untuk telur-telur yang baik dan kedua untuk menghilangkan potensi sumber kontaminasi. Perkembangan bakteri di dalam telur mati yang mengalami proses pembusukan dapat menyebabkan telur meledak sehingga mengotori ruang penetasan dan mengkontaminasi telur lain, oleh karena itu pembersihan secara teratur akan menghindarkan anda dari kejadian buruk ini.

Pembersihan Akhir
Salah satu bagian terpenting dalam merawat sebuah mesin penetas telur adalah pembersihan setelah proses penetasan selesai. Suhu hangat, kelembapan ditambah sisa sisa kotoran organik dari hasil penetasan akan menyebabkan kuman sangat mudah berkembang biak. Kotoran yang semakin menumpuk pada akhirnya akan dapat menurunkan tingkat keberhasilan penetasan.